Kamis, 03 Januari 2013

Beautiful


Haloo:) di session kali ini, gue pengin cerita tentang sesuatu yang mungkin rata rata dari kita para cewek ever thought like this before atau bahkan NOW. Cewek tuh identik dengan cantik ya. Bener kan? Semua perempuan pasti ingin cantik. Ngga mungkin seorangpun dari kita pernah mikir untuk berwajah kayak Fiona, istrinya Shrek waktu mereka masih gede ijo njijikin gitu, walaupun kita pasti mendambakan kisah cinta kayak mereka yang ngomongin tentang “Cinta apa adanya”.

Well, pasti jarang banget lah ya ngeliat kisah cinta yang kayak gitu. Mungkin ada, tapi rata rata dari orang, ngga cowok ngga cewek menetapkan cantik dan ganteng sebagai list ideal utama mereka. Ya mungkin mereka bisa aja bilang, “engga kok. Yang penting baik. Ganteng atau cantik tuh bukan segalanya”, tapi apa mereka mau punya cowok atau cewek yang giginya tongos, jerawatnya pecah terus kalau lagi pacaran, bibirnya doer, keteknya bau, matanya jereng, kulitnya kayak sawo gosong, bulu idungnya keluar keluar. Bayangin deh kalau kalian ciuman, kalian bisa masuk rumah sakit gara gara bibir kalian robek habis di cabik-cabik sama gigi tonggos cowok atau cewek kalian. Atau setiap lo cium pipinya, tiba tiba bibir lo ada nanahnya gara gara jerawat cowok atau cewek lo pecah pas lo cium. Serem kan?

Hihihihi tapi pasti ada kok cinta kayak gitu, walaupun ngga ada seupil jumbo gue. Tapi pasti ada sisi lain yang di liat. Kaya maybe? Rata rata orang jaman sekarang kan liat sisi duniawinya aja. Ya gitu deh, sebenarnya gue ngga mau bahas itu sih, bahas yang ini aja ya :
Pernah ngga sih lo berfikir kayak, “gue ngga cantik”? Gue sering loh. Tapi apa sih faktor yang bikin elo berfikir kayak gitu?

Mungkin lo ngerasa temen temen lo lebih cantik dari lo. Atau mungkin elo ngga pede dengan tubuh dan gaya lo. Atau emang ada orang yang ngatain lo kayak gitu, “ngga cantik”.

Guys, some of us sering banget ngerasa diri kita lebih cantik atau lebih .... dari temen kita. Ada beberapa hal yang ngga kita sadari, bahwa kita udah jadi sombong dan secara langsung atau ngga langsung ngejatuhin mental temen yang kalian anggap kurang. So far, boleh pede. Tapi ngga harus ngejatuhin kan? Misalnya, kalian pamer pamerin rambut kalian di depan temen yang kurang, atau bahkan ngejelek jelekin dia. Semua orang pingin cantik, tapi ngga semuanya bisa kayak gitu. Dan yang merasa cantik, masih ada kok yang lebih cantik dari kalian. Jadi jangan nyombongin diri. Karena di dunia ini ngga ada yang sempurna. Pasti ada kurangnya. Sombong juga merupakan kekurangan loh dari seseorang. Apa gunanya kita cantik, pintar tapi sombong dan sering ngejatuhin orang lain.

Buat yang merasa dirinya kurang, kalian cantik kok. Semua perempuan itu cantik. Cantik itu dilihat dari gimana cara kalian membawakan cantik yang kalian miliki. Cantik itu beda-beda. Setiap perempuan bisa keliatan cantik dari pembawaannya, cara menyikapi masalah, cara jalan, cara makan dan sebagainya. Jadi patokan cantik ngga cuma muka kok. Kalau muka, yang penting bersih. Karena cantik itu relatif, jangan pernah berfikir kalau saya ngga cantik. 'Cantik' dilihat dari berbagai sudut dan setiap perempuan mempunyai sudut istimewa yang membuat mereka cantik. Sudut itu bisa ketutupan, yang nutup bukan cuma orang lain, tapi diri kalian sendiri. Kalian mau ngga nunjukin sudut itu? Kalau kalian minder, sudut itu ngga akan pernah dilihat sama orang. Menurut gue minder itu adalah jalan kematian. Karena orang ngerasa dirinya ngga oke, ya gitu dia minder. Padahal dia punya sesuatu yang hebat dalam dirinya, tapi dia ngga mau nunjukin.

Jadi kunci untuk gets 'BEAUTIFUL' adalah 'PEDE'. Percaya diri. Percaya bahwa kalian itu cantik, kalian itu keren, kalian bisa ngelakuin sesuatu yang berkesan dan yakin bahwa sesuatu itu akan selalu berkesan. Jangan dengeri people judge terlalu dalem. Boleh buat masukan, tapi kalau masukannya keterlaluan ya jangan di masukin dalam hati dan bikin kalian down. Tanggepin aja sambil bercanda dan improve yourselves untuk menjadi lebih baik.

'JELEK' itu harus dihapuskan. karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan. Pakai kata 'KURANG BAGUS'. Kata kurang bisa hilang biar jadi 'BAGUS'. Tapi jelek? Mau diapain aja kata itu, artinya sama ya jelek. Jelek itu mengungkapkan ke-pesimis-an. Tapi kalau kurang bagus, bisakan dijadiin motivasi for reach kata 'BAGUS'?

That's all sih cempluk cempluk keisengan gue buat session kali ini, semoga bermanfaat yaacchhhh hehehehe wassalam:)

1 komentar:

  1. Bagus banget topik yang dibawain di blog ini, keep up the good work ya! :)

    BalasHapus